Semua Artikel

4 artikel
Tafsir Quran
QS. An-Nahl [16]: 43 & Al-Anbiya' [21]: 7
فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada ahludz-dzikr (orang yang mempunyai pengetahuan) jika kamu tidak mengetahui."

Kaidah Qur'aniyyah agung tentang wajibnya orang awam merujuk kepada ulama yang rasikh. Para mufassir — dari Ibnu Abbas dan Ath-Thabari hingga Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, As-Sa'di, Bin Baz, dan Al-Fauzan — sepakat: keumuman lafal ayat ini menjadi fondasi taqlid bagi awam, ifta' bagi ulama, dan bantahan atas setiap yang berfatwa tanpa ilmu.

Ibnu Taimiyah Ibnu Katsir As-Sa'di +11 lainnya
Tafsir Quran
QS. Thaha [20]: 84
وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

"Dan aku bersegera kepada-Mu, wahai Rabbku, agar Engkau ridha."

Ayat ini bukan sekadar potongan dialog dalam kisah Nabi Musa عليه السلام, tetapi merupakan manifesto ruhani seorang mukmin yang shadiq dalam cintanya kepada Allah. Para ulama manhaj salaf — dari Ibnu Abbas, Ath-Thabari, Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Katsir, hingga ulama kontemporer seperti As-Sa'di, Asy-Syinqithi, Ibnu Baz, Al-'Utsaimin, dan Al-Fauzan — sepakat menarik kaidah pokok: ridha Allah ada pada bersegera menunaikan perintah-perintah-Nya.

Ibnu Taimiyah Ibnul Qayyim As-Sa'di +10 lainnya